
Ibadah haji adalah salah satu ritual keagamaan bagi umat Islam. Termasuk dalam rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi mereka yang mampu baik dari sisi rohani,
jasmani maupun materi. Setelah menunaikan ibadah haji selalu saja ada penambahan titel alias gelar HAJI dan disingkat “Hi” pada sebelum penulisan namanya.
Mungkin ini semacam penghargaan oleh masyarakat. Namun ada juga yang karena sudah berhaji jika nggak disebut atau ditulis gelar-nya tersebut marah-marah karena
merasa nggak dihargai.
Dalam benak saya sebagai kaum biasa ini, kok musti ada tambahan gelar H setelah berhaji. Bukankah yang namanya haji adalah ibadah dalam
rangka manembah kepada Kanjeng Gusti ALLAH SWT, sama halnya dengan sholat, puasa dan zakat juga merupakan ibadah wajib umat Islam. Lha kok setiap selesai
Sholat nggak ada tambahan “S” sebelum penulisan nama. Atau setelah Zakat tak dikasih gelar “Z” atau “P” setelah selesai puasa, harusnya biar adil kan juga dikasih tho
yaw? utawa setelah wafat diberikan gelar W, hi... hi... hi... (aduh mana ada orang setelah meninggal hidup lagi). Tapi tenang saja saudara sekalian akan mendapatkan
gelar tertinggi di dunia ini, yaitu Alm, setelah menyelesaikan sekolah yang cukup berat di dunia ini. Itu merupakan gelar tertinggi dan siapa saja pasti akan mendapatkannya.
Setelah pergi haji dan kembali ke tanah air masing-masing diharapkan menjadi haji yang mabrur, Amin..... Ya Robbal Alamin. Tapi amat sangat disayangkan sekarang
ada orang setelah pergi haji kelakuannya semakin menjadi-jadi. Jadi mabur tho, hebat bisa terbang seperti Ultraman. Karena tujuan berhajinya sudah berbeda antara orang yang satu
dengan orang yang lainnya, misalkan ada yang berhaji karena memohon untuk diberikan kekayaan, melimpah rizkinya (kalau niatnya sudah begitu nggak usah ke tanah suci, baikan
ke gunung Kawi saja) he...he...he.... Mas Guru ini sok tahu saja, guyon ya...
Kemudian orang pergi Haji sekarang caranya bermacam-macam juga loh...antara lain :
Haji ABiDin, karena pergi Hajinya Atas Biaya Dinas
Haji KaSur, pergi Haji Karena kena Gusur
Haji DaUn, pergi Haji karena Dapat Undian, dll
Berikut sebuah catatan yang saya ambil dari tulisannya Mas Alang-alang Kumitir tentang Haji :
Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo.
Artinya :
Haji menjadi kesempurnaan, rukun lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.
Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan.
Artinya :
Tapi janganlah engkau keliru, memahami apa yang dituju, karena haji hanya sekadar jalan, bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.
Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna.
Artinya :
Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga, karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar